best website stats Motif Pembunuhan dan Pembakaran Pria di Mojokerto Dipicu Rasa Dendam - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Motif Pembunuhan dan Pembakaran Pria di Mojokerto Dipicu Rasa Dendam

majamojokerto.com

Kapolresta Mojokerto saat konferensi pers tentang 2 pelaku pembunuhan

Eko Yuswanto (32) pria asal Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Trowulan - Mojokerto, telah dibunuh dan dibakar dengan sadis oleh tetangganya sendiri. Hal itu ternyata didasari oleh rasa dendam.

Berawal pada 7 Mei 2019, Priono salah satu pelaku yang juga tetangga korban, telah menawarkan rongsokan murah kepadanya (korban red). Selanjutnya, korban sepakat dan mengambil rongsokan di Mojosari, Mojokerto pada Minggu (12/5/2019).

Sebelumnya, Priono yang sudah memiliki niatan jahat, sudah merencanakan serangkaian aksi pembunuhan terhadap korban bersama Dantok teman pelaku yang juga dikenal sebagai seorang pemalak.

AKBP Sigit Dany Setiyono, Kapolres Mojokerto Kota mengatakan, tersangka Priono mengabari Dantok, jika korban bisa diajak keluar. "Pada 10 Mei 2019 tersangka Priono mengabari Dantok kalau korban bisa diajak keluar Minggu. Keesokan harinya yakni 11 Mei 2019, kedua tersangka bertemu di simpang 4 Kenanten membahas tempat dan waktu eksekusi. Sebelum dibunuh, ketiganya sambil menenggak miras," ungkap Kapolresta kepada Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM saat konferensi pers, Senin (20/05/2019).

Tepat pada hari Minggu (12/5), korban berangkat dari rumahnya seorang diri dengan menggunakan mobil pickup dan membawa uang Rp 4 juta. Sesampainya di simpang 4 Trowulan sekitar pukul 08.15 WIB, keduanya sempat mampir untuk sarapan di warung Dusun Telogo Gede, Desa/Kecamatan Trowulan.

Pada pukul 10.00 WIB, korban bersama Priono sampai di rumah ayah Dantok di Kenanten Gang 2, Desa Kenanten, Kecamatan Puri. Di rumah kecil itu, mereka bertemu dengan Dantok. Lalu, sekitar pukul 12.00 WIB, tersangka Priono menyuruh Dantok membeli miras.

Baru setengah jam berselang, ayah Dantok atas nama Dodik pulang dari memancing. Korban dan kedua tersangka pun pindah ke ruang tamu yang juga menjadi tempat tidur. Saat itu korban berbaring di atas kasur spons di ruangan tersebut. Sementara Priono dan Dantok melanjutkan menenggak arak.

Baru sekitar pukul 13.15 WIB, Priono dan Dantok mengeksekusi korban. Saat itu ayah Dantok sudah meninggalkan rumahnya.

" Korban di pukul dengan mengunakan benda tumpul, yakni bekas pangkal sebuah piala berupa marmer. Setelah korban tewas dengan beberapa luka di tubuhnya, kedua pelaku sempat meninggalkan korban di rumah," ungkap Kapolres.

Baca juga : Identitas Mayat Yang Terbakar di Tengah Sawah di Mojokerto, Akhirnya Terungkap

Selanjutnya, kedua tersangka baru bertemu kembali di kawasan simpang 4 Kenanten sekitar pukul 20.00 WIB. Pertemuan kali ini membahas pembuangan mayat korban. Saat itu Priono menyuruh Dantok membeli tong berukuran besar. Rencananya, tong plastik itu akan dipakai untuk membuang mayat Eko agar tak ketahuan warga sekitar.

"Pada pukul 20.30 WIB, mayat dimasukkan tong, tapi tidak muat. Akhirnya mayat korban ditandu dengan bingkai jendela rumah Dantok untuk dinaikkan ke pikap milik korban," jelas Sigit.

Baru sekitar pukul 21.45 WIB, dengan menggunakan mobil pikap milik korban, Priono dan Dantok membuang mayat Eko ke sawah dan membakarnya di Dusun Manyarsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto.

" Mereka sampai di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB, dan membakar mayat Eko menggunakan bensin dan spons busa. Sekitar pukul 07.15 korban ditemukan oleh warga," imbuhnya.

Menurut Kapolresta, otak dari pembunuhan berencana ini tidak lain adalah Priono alias Yoyok (38). Bapak dua anak itu merupakan tetangga dekat korban di Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Trowulan, Mojokerto.

Untuk menjalankan aksinya, Priono meminta bantuan Dantok Narianto alias Gondol (36), warga Dusun Dimoro, Desa Tambakagung, Puri, Mojokerto. Dantok dijanjikan oleh Priono akan diberi mobil pikap milik korban, setelah aksi pembunuhan ini berhasil.

Dalam aksinya, Priono ternyata menyimpan dendam terhadap keluarga Eko. Karena istri korban sering menghina istri maupun keluarga tersangka. Priono dan Eko tinggal berdekatan di Dusun Temenggungan.

Kini Priono dan Dantok harus mendekam di tahanan Polres Mojokerto Kota. Sedangkan kedua betis Priono ditembak petugas karena berusaha melakukan perlawanan.

Keduanya dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, dengan ancaman hukuman mati. " Priono kita Tembak, karena saat ditangkap, sempat melakukan perlawanan," pungkasnya. (fad/and)

majamojokerto.com
majamojokerto.com