best website stats Polres Mojokerto Sita Puluhan Botol Miras, Sedangkan Penjual Juga Diamankan - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Polres Mojokerto Sita Puluhan Botol Miras, Sedangkan Penjual Juga Diamankan

majamojokerto.com

 Selama bulan Ramadhan yang sudah masuk sekitar 2 pekan ini, peredaran Minuman Keras (Miras) ternyata masih marak dan menjamur di wilayah hukum Polres Mojokerto.

Terbukti dengan disitanya puluhan botol miras tanpa izin edar, berhasil disita oleh petugas dari warung remang-remang.

AKP Bambang Eko Sujarwo, Kasat Sabhara Polres Mojokerto mengatakan, sebenarnya patroli dan razia rutin dilakukan, meskipun bukan pada bulan ramadhan. Namun, yang membedakan sekarang ini atau bulan puasa, patroli dan razia lebih intensif untuk menekan tindak kriminalitas yang belakangan ini cenderung meningkat.

Meningkatnya aktifitas masyarakat, tentunya akan mudah dimanfaatkan pelaku melakukan aksinya. ’’ Termasuk, peredaran miras juga menjadi antensi,’’ ujarnya.

Sebab, diakui atau tidak, hingga detik ini peredaran miras masih cukup marak dan beredar bebas di wilayah Mojokerto.

Terbukti hasil penyisiran Satsabhara, setidaknya puluhan botol miras berbagai merk berhasil diamankan di warung yang tidak memiliki ijin edar. Dengan rincian, 12 botol arak putih dan 3 krat bir. Puluhan miras itu berhasil disita yakni salah satunya di warung remang-remang milik Sunandar, (65), yang berada di Desa Kembengringgit, Kecamatan Pungging, Mojokerto.

Penjual lantas diamankan ke Mapolres Mojokerto untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain dilakukan pendataan, sesuai aturan yang berlaku, mereka juga dijerat pidana. ’’Pelaku juga sudah kami serahkan ke Satreskrim untuk penindakan,’’ tuturnya.

Menurut Bambang, hingga detik ini sudah ada 2 penjual miras yang diamankan. Untuk menimbulkan efek jera, petugas menerapkan tiga pasal sekaligus, diantaranya pasal 204 ayat 1 KUHP tentang peredaran miras. ’’Dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,’’ tegasnya.

Pelaku juga terancam pasal 106 UURI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan Pasal 135, pasal 142 UURI nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.

Selain itu, penerapan pasal itu tak lepas untuk membuat para penjual benar-benar jera. Sebab dengan beredarnya miras, banyak kejahatan yang terjadi. Bahkan juga bisa menyebabkan kematian. Termasuk tindak pidana persetubuhan anak di akhir Maret lalu. Dengan mencekoki miras, 4 pelaku nekad menggilir siswi SMP.

Kejadian yang sama juga terjadi di wilayah hukum Polresta Mojokerto, pada Sabtu lalu (4/5/2019). Dua siswi SMPN kota Mojokerto juga menjadi korban persetubuhan. Modusnya pun sama, terlebih dulu korban dicekoki miras jenis arak hingga tak sadarkan diri. Meski para pelaku sudah berhasil diamankan.
Peristiwa itu menjadi evakuasi dan atensi kepolisian dalam pemberantasan miras di wilayah hukumnya, baik di Kota ataupun Kabupaten Mojokero.

’’ Makanya, untuk lebih maksimal, kami juga bisa menambah jeratan pasal Undang-Undang Pangan Nomor 18 tahun 2012 dengan sanksi maksimal 15 tahun penjara. Dengan begitu kami harapkan mereka bisa jera, bukan hanya sekedar Tindak Pidana Ringan (Tipiring) saja,’’ tegasnya. (fad/and/wwn)