best website stats Kebutuhan Logistik Harus Baru, Anggaran Pilbup Mojokerto Tahun 2020 Nanti Diprediksi Membengkak - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Kebutuhan Logistik Harus Baru, Anggaran Pilbup Mojokerto Tahun 2020 Nanti Diprediksi Membengkak

majamojokerto.com

Kotak suara yang sudah dipakai untuk Pemilu April lalu, tidak boleh dipakai

Pemilihan Bupati (Pilbup) Mojokerto akan digelar tahun 2020 nanti. Kebutuhan anggaran untuk KPU nantinya diprediksi membengkak.

Informasi yang dihimpun Maja FM, jika sebelumnya menghabiskan anggaran Rp 24 miliar, pilbup nantinya diperkirakan menelan anggaran hingga Rp 52,5 miliar.

Heru Kendoyo, Sekretaris KPU Kabupaten Mojokerto mengatakan, besarnya anggaran yang dibutuhkan penyelenggara pemilu ini, karena sederet logistik harus baru. “ Kebutuhan kotak suara dan bilik suara semuanya harus baru,” katanya.

Berbeda dengan pilbup di tahun 2015 lalu, kebutuhan logistik masih memakai kotak dan bilik suara yang lama dan berbahan aluminium. Tapi, untuk saat ini semuanya harus baru. “Karena aturan, semua harus baru,” tegasnya.

Untuk menyiasatinya, KPU bisa memanfaatkan logistik sisa penggunaan pemilu 17 April lalu. Namun, Heru mengaku belum menghitung tingkat kelayakannya. Kebutuhan logistik sendiri, dinilai tak sebanyak pemilu lalu yang mencapai 16 ribuan kotak suara. Untuk pilbup, hanya butuh sekitar 1.700 TPS saja. 

Anggaran sebesar Rp 52,2 miliar untuk menyelenggarakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto tahun 2020 nanti, dipastikan belum final. Besaran dana ini masih berpotensi berubah lantaran proses penghitungan belum tuntas.

Sekedar diketahui, KPU memastikan akan menggelar pencoblosan Pilkada Mojokerto September 2020. Dengan tahapan yang berlangsung selama 8 bulan, KPU akan bekerja sejak bulan Januari.

Pemkab juga harus mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk Bawaslu. Lembaga pengawas itu merinci kebutuhan pilkada hingga Rp 50 miliar. Besaran anggaran tersebut dengan asumsi kebutuhan pengawasan berlangsung hingga tingkat TPS. (gk/and)