best website stats Jelang PPDB, Dispendik Kota Mojokerto Kumpulkan Kasek SD dan SMP - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Jelang PPDB, Dispendik Kota Mojokerto Kumpulkan Kasek SD dan SMP

majamojokerto.com

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto kumpulkan sebanyak 52 Kepala Sekolah (Kasek) jenjang SD dan SMP, menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Informasi yang dihimpun Maja FM, mereka dikumpulkan untuk mengikuti simulasi tahapan PPDB SD dan SMP yang digelar oleh Dispendik, yakni sistem zonasi yang memprioritaskan warga terdekat sekolah hingga komulasi 90 persen.

Dalam kegiatan ini dihadiri 52 kepala sekolah SD, 9 kepala sekolah SMPN, pengawas sekolah, Dewan Pendidikan, PGRI dan PT Telkom.

Amin Wachid, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto mengatakan, sistem ini tetap memberikan kesempatan hingga 10 persen bagi calon siswa pada jalur prestasi dan perpindahan tugas wali murid. “Kuota untuk system zonasi minimal 90 persen termasuk anak penyandang disabilitas pada sekolah yang menyelenggarakan layanan inklusif,’’ tandasnya.

Sedangkan kuota untuk jalur prestasi sebesar 5 persen ditentukan berdasar nilai ujian berstandar nasional, hasil penghargaan akademik maupun non akademik pada tingkat daerah maupun internasional. Sedangkan 5 persen dari daya tampung sekolah ditujukan bagi calon peserta didik yang berdomisili diluar zonasi.

“Untuk perpindahan tugas dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor atau perusahaan yang mempekerjakannya,” terangnya.

Menurut Amin, dalam PPDB nanti ada mekanisme pendaftaran. “Untuk jenjang SD menggunakan sistem bertingkat, yakni pendaftaran dilakukan selama empat hari. Hari pertama untuk penjaringan tingkat kelurahan, hari kedua kecamatan, hari ketiga lintas kecamatan dan hari keempat bagi siswa luar kota,’’ jelasnya.

Sedangkan untuk SMP, pendaftaran menggunakan sistem online. Calon siswa memverifikasi datanya ke sekolah asal dan menerima PIN untuk logo siap PPDB. Calon siswa memilih dan mendaftar ke sekolah secara mandiri ke situs PPDB online dengan menggunakan PIN yang sudah diperoleh maksimal tiga sekolah. “Calon siswa dapat melihat secara online atau juga bisa secara offline di sekolah terpilih,” ujarnya.

Masih kata Amin, untuk jalur prestasi, calon siswa menyerahkan berkas ke Dispendik dan tim menerima logo PIN. Calon siswa memilih sekolah secara mandiri melalui online. “Apabila siswa tidak bisa diterima dijalur prestasi maka peserta dapat memilih dengan menggunakan sistem zonasi,” pungkasnya. (gk/and)