best website stats Bulan Ramadhan, Walikota Mojokerto Serahkan Bantuan Sembako Untuk Tukang Becak dan Penyandang Disabilitas - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Bulan Ramadhan, Walikota Mojokerto Serahkan Bantuan Sembako Untuk Tukang Becak dan Penyandang Disabilitas

majamojokerto.com

Walikota Mojokerto saat memberikan bantuan sembako bagi tukang becak dan penyandang disabilitas, Rabu (15/5/2019)

Pemkot Mojokerto melalui Dinas Sosial membagikan bingkisan bahan kebutuhan pokok atau sembako bagi tukang becak dan penyandang disabilitas, Rabu (15/5/2019).

Sembako dibagikan secara langsung oleh Ika Puspitasari  atau Ning Ita, Walikota Mojokerto dengan didampingi Achmad Rizal Zakaria, Wakil Walikota Mojokerto dan Kepala Dinas Sosial Kota Mojokerto Sri Mudjiwati di Rumah Dinas Walikota yakni Jalan Hayam Wuruk 50 Kota Mojokerto. 

Informasi yang dihimpun Maja FM, pemberian sembako ini, untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para tukang becak dan penyandang disabilitas di Kota Mojokerto menjelang lebaran. Sehingga diharapkan dapat meringankan beban hidup mereka, serta memberi semangat bagi mereka ketika harga kebutuhan pokok mulai melonjak.

Ning Ita mengatakan, semua yang hadir untuk memanfaatkan bulan Ramadan dalam meningkatkan ibadah dan memohon ampunan atas segala dosa yang telah lalu. 

Menurutnya, pembagian santunan yang diberikan oleh Pemkot Mojokerto merupakan bentuk perhatian kepada warganya, sesuai amanat undang-undang bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar adalah tanggung jawab negara.

“Ini adalah bentuk perhatian kami Pemerintah Kota Mojokerto, sebagai perwakilan dari negara untuk memberikan kewajibannya dengan menyantuni bapak ibu semua yang hadir,” kata Ning Ita.

Ning Ita menambahkan, di Kota Mojokerto juga ada rumah lansia yang menjadi fasilitas dari pemerintah dalam merawat dan memberikan perlindungan serta menjamin kehidupan warganya.

Pada ramadan tahun ini, Pemkot membagikan sebanyak 993 bingkisan sembako berupa beras, minyak goreng, telur dan gula. Sembako diberikan kepada 693 orang tukang becak dan 300 orang penyandang disabilitas.

Ning Ita juga mengatakan, kedepannya berencana agar bantuan yang diberikan untuk keluarga prasejahtera, tidak lagi bantuan yang bersifat konsumtif. Namun, lebih difokuskan kepada bantuan yang bisa berdaya guna agar mereka bisa mandiri.

“ Pemerintah sama-sama keluar anggaran tetapi peruntukannya berbeda. Dan saya berharap itu bisa menekan angka kemiskinan di Kota Mojokerto,” pungkas Ning Ita. (gk/and)