best website stats Sebelum Dibakar di Kawasan Dawarblandong - Mojokerto, Ditempat Inilah 2 Pelaku Menghabisi Korban - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Sebelum Dibakar di Kawasan Dawarblandong - Mojokerto, Ditempat Inilah 2 Pelaku Menghabisi Korban

majamojokerto.com

Lokas pembunuhan di Kenanten gang 2 Mojokerto, sebuah rumah milik orangtua pelaku

Setelah berhasil meringkus 2 pelaku pembunuh sekaligus pembakar mayat Eko Yuswanto (32) di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto pada Senin kemarin (13/05/2019), Polisi menyebut sebelum di bunuh korban dan pelaku sempat minum di sebuah resto.

AKBP Sigit Dany Setiyono, Kapolres Mojokerto Kota mengatakan, dari keterangan para pelaku juga hasil penyelidikan, sebelum Eko di bunuh dan di bakar, mereka (2 pelaku dan korban) sempat minum-minuman keras di sebuah Resto di Jalan Jayanegara.

" Dugaan kami, pembunuhan ini memang di rencanakan. Sebab melihat dari keterangan dan hasil penyelidikan pada hari Minggu lalu (12/05/2019), mereka minum terlebih dulu," ungkapnya.

Setelah minum, kata Kapolresta, ketiganya menuju rumah orang tua salah satu pelaku yang berada di Kenanten Gang 2 kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, atau lokasinya tidak jauh dari lokasi minum ketiganya. Yakni rumah saudara Y atau Dantok Narianto (36), warga Dusun Dimoro, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

" Di sana itu menjadi lokasi kedua pelaku melakukan eksekusi korban. Korban di bekap mengunakan bantal, kemudian di eksekusi. Keduanya memukuli korban hingga tewas." terang Kapolresta.

Menurut Kapolres, setelah korban tak berdaya dengan berbagai luka di tubuh alias sudah meninggal, kedua pelaku kemudian membawa korban ke sawah yang berlokasi di Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto dengan menggunakan mobil Pick up milik korban

" Jadi, kayu yang digunakan untuk alas jenazah itu memang dengan sengaja di bawah dari rumah untuk membakar korban." jelasnya.

Sedangkan untuk peran keduanya, yakni sama-sama menjadi eksekutor. Dantok Narianto alias Yanto (36) sebagai pemegang sekaligus pembungkus. Sedangkan P atau Priono (38), warga Dusun Temenggungan, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto sebagai eksekutor utama. (fad/and)