best website stats Pasangan Bukan Suami Istri, Terjaring Razia di Kamar Kos di Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Pasangan Bukan Suami Istri, Terjaring Razia di Kamar Kos di Mojokerto

majamojokerto.com

Menjelang bulan Ramadhan, anggota Satpol PP Kota Mojokerto mengelar razia kamar kos. Hasilnya, petugas berhasil menjaring satu pasangan bukan suami-istri dan 3 perempuan didalam satu kamar.

Bahkan, dari razia itu petugas mendapati seorang perempuan yang masih duduk di bangku sekolah.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM, saat dilakukan pemeriksaan terkait identitas, satu perempuan yang di ketahui masih duduk di kelas 1 SMA itu malah menangis. Dan sempat menolak di bawa ke kator Satpol PP.

Razia yang di lakukan team Gabungan dari Satpol PP Kota Mojokerto, Polisi Militer (PM), TNI-Polri juga Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto menyasar sejumlah tempat kos juga tempat hiburan malam.

Selain melakukan sosialisasi bagi tempat hiburan malam selama bulan puasa tidak diperbolehkan beroperasi, petugas juga berhasil menjaring sedikitnya 4 perempuan dan satu laki-laki di wilayah Sekar Putih, Kota Mojokerto.

Hatta Amrullah, Kabid Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kota Mojokerto mengatakan, razia menjelang bulan puasa kali ini, petugas berhasil mengamankan 1 pasangan bukan suami istri dalam satu kamar. Termasuk 3 perempuan, dan 1 diantaranya merupakan seorang pelajar.

" Penyakit masyarakat ini kita jaring di kamar kos, mereka kita amankan lantaran tak bisa menunjukkan identitas. Termasuk satu pelajar perempuan yang masih berkeliaran di kamar kos saat waktu tengah malam" ungkapnya.

Razia kali ini memang sengaja dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari, agar Kota Mojokerto aman dari penyakit masyarakat (Pekat).

Baca juga : Tempat Hiburan Malam di Kota Mojokerto Wajib Tutup Selama Ramadhan, Ini Penjelasan Walikota

Selain itu, kata Hatta, tidak hanya kamar kos yang akan rutin dilakukan penyisiran, melainkan juga mengancam akan menyegel tempat hiburan malam jika selama bulan Ramadhan masih nekad beroperasi.

" Kita akan segel dan evaluasi izinnya, jika pada saat bulan ramadhan terdapat hiburan yang bandel dan nekad buka." tegasnya.

Mereka yang berhasil diamankan di kamar kos, selanjutnya di bawa ke kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan. " Mereka kita datangkan orang tuanya. " pungkas Hatta. (fad/and)

majamojokerto.com