best website stats Perlu Keberanian Membersihkan Candi Brahu di Trowulan - Mojokerto, Saat Tumbuh Rumput Liar - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Perlu Keberanian Membersihkan Candi Brahu di Trowulan - Mojokerto, Saat Tumbuh Rumput Liar

majamojokerto.com

 Candi Brahu merupakan situs peninggalan kerajaan Majapahit yang terletak di dalam kawasan situs arkeologi Trowulan, bekas ibu kota Majapahit. Candi ini tepatnya berada di Dusun Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Memasuki musim hujan yang sudah berjalan hingg beberapa bulan, Candi brahu bisa saja pudar dari kecantikan bentuknya karena beberapa faktor, diantaranya di tumbuhi lumut hingga rumput liar yang berada di tumpukan candi.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM, sejak beberapa hari yang lalu, nampak 6 orang Juru Pelihara (Jupel) pembersih candi dengan gagah berani memanjat ketinggian Candi Brahu yang memiliki panjang sekitar 22,5 meter dengan lebar 18 meter dan berketinggian 25 meter tersebut, dengan hanya mengunakan alat manual.

Marsaid, Koordinator Lapangan Juru Pelihara (Korlap Jupel) Candi Brahu mengatakan, bersih-bersih rumput liar dan lumut itu rutin dilakukan. "Dalam setahun, bisa tiga sampai empat kali melihat kondisi. Apalagi kalau musim hujan seperti ini, rumput dan lumut cepat tumbuh," ungkapnya, Sabtu (27/4/2019).

Sebanyak 6 orang jupel yang melakukan bersih-bersih di Candi Brahu, namun hanya ada tiga orang yang berani naik. Dibutuhkan waktu dua hari untuk membersihkan candi. " Petugas yang membersihkan situs, merupakan orang-orang tertentu yakni mereka yang memang sudah diberikan pengetahuan bagaimana cara membersihkan situs dari batu bata merah. Ini memang sudah menjadi tupoksi kita untuk membersihkan situs Candi Brahu," terangnya.

Menurut Marsaid, yang perlu di bersihkan yakni rumput rumput liar yang bisa tumbuh di batu bata candi, apalagi saat musim hujan, " Saat mencabut, harus dipastikan tercabut sampai akar agar tidak cepat tumbuh lagi. Kita tidak boleh menggunakan obat kimia karena akan merusak struktur bangunan candi," jelasnya.

Marsaid juga mengatakan, para jupel itu membersihkan Candi Brahu secara manual yakni dengan mencabut rumput liar menggunakan tangan. Akar rumput harus dipastikan ikut tercabut untuk mengantisipasi agar rumput tidak cepat tumbuh lagi.

"Kita juga gunakan sapu lidi, kalau naiknya kita gunakan tangga dan pengamannya menggunakan tali tampar. Memang harus ada yang menjaga dibawah saat ada yang naik sehingga dibutuhkan orang-orang yang memiliki keberanian," tuturnya.

Sebab, rumput liar dan lumut itu banyak tumbuh di puncak candi dibanding bagian lainnya, sehingga jupel harus memiliki keberanian ekstra. Selain tinggi, candi memiliki tingkat kemiringan yang membutuhkan ekstra hati-hati saat memanjat.

Perawatan Candi Brahu sendiri juga dilakukan jelang bulan puasa. Karena kata Marsaid, saat lebaran akan banyak pengunjung yang datang ke Candi Brahu. Sehingga hal ini sebagai bentuk untuk menjaga kelestarian. (fad/and/wwn)