best website stats 3 Wanita Pekerja Pabrik di Mojokerto, Mengaku Jadi Korban Dugaan Perbuatan Tak Senonoh - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

3 Wanita Pekerja Pabrik di Mojokerto, Mengaku Jadi Korban Dugaan Perbuatan Tak Senonoh

majamojokerto.com

Aksi dugaan perbuatan tak senonoh terjadi di Mojokerto. Kali ini dilakukan oleh pengawas produksi pabrik Kerupuk CV Panda Mulya Santosa, yang berlokasi di Desa Pulorejo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM dari salah satu keluarga korban, jika aksi dugaan tak senonoh itu dilakukan oleh seseorang berinisial ECN (55) pengawas produksi di pabrik CV Panda Mulya Santosa terhadap lebih dari 3 wanita. Aksi itu dilakukan selama berada di dalam pabrik.

Para korban yang bekerja di pabrik tiba-tiba diremas bagian payudara hingga pantat. " Itu dilakukan saat para karyawan sedang beraktivitas, tiba-tiba dia langsung melakukan aksinya dari belakang," ungkap seorang korban yang enggan di sebutkan namanya, saat di konfirmasi Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM.

Menurutnya, aksi itu dilakukan bukan hanya terhadap 1 karyawati, melainkan mencapai 10 orang wanita yang bekerja di CV Panda Mulya Santosa.

ECN merupakan warga asal Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Selama menjabat sebagai Pengawas pabrik, dia tinggal di mess.

Sementara itu, Aiptu Ngumar Supandi - Kanit Reskrim Polsek Pungging saat di konfirmasi membenarkan hal tersebut. Terbongkarnya aksi dugaan perbuatan tak senonoh itu, setelah para korban memperotes kepada pihak management (pabrik) pada Selasa kemarin (23/04/2019).

" Sejak kemarin, pihak kepolisian sudah menyarankan kepada para korban agar melapor kepada yang berwajib atau ke PPA, namun mereka enggan melaporkan. Mereka hanya ingin agar yang bersangkutan segera di keluarkan dari pabrik," ungkapnya, Rabu (24/04/2019)

Pihak kepolisian lalu menyediakan lokasi untuk mediasi dengan yang bersangkutan serta tiga pilar. " Hasilnya di selesaikan secara kekeluargaan. Artinya para korban sepakat, jika kasus ini berhenti dengan syarat yang mereka inginkan," terangnya.

Disinggung soal korban, Ngumar mengaku sejauh ini pihaknya telah melakukan pemanggilan sebanyak 3 korban untuk dimintai keterangan. Mereka secara tertulis juga sepakat, jika kasus ini di selesaikan secara kekeluargaan.

" Tadi di Polsek mereka kita panggil bersama perwakilan perusahaan. Dan mereka sepakat aksi ini di selesaikan secara kekeluargaan," tuturnya. (fad/and)