best website stats Dispendukcapil Kota Mojokerto Jemput Bola Perekaman E-KTP, Mulai ODGJ Hingga Orang Sakit - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Dispendukcapil Kota Mojokerto Jemput Bola Perekaman E-KTP, Mulai ODGJ Hingga Orang Sakit

majamojokerto.com

 Dispendukcapil Kota Mojokerto melakukan jemput bola perekaman E-KTP terhadap 24 orang yang terdiri ODGJ hingga orang sakit.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM, gerakan jemput bola ini benar-benar dimaksimalkan Dispenduk, karena mereka harus memastikan seluruh warga kota Mojokerto bisa menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 17 April nanti.

Ika Puspitasari atau Ning Ita - Walikota Mojokerto mengatakan, sesuai amanah undang-undang, seluruh warga negara yang berumur di atas 17 tahun memiliki hak mencoblos pada saat pemilu mendatang.

"Bahkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pun berhak mencoblos, itu sudah amanat undang-undang," tegas Ning Ita.

Menurutnya, dalam jemput bola perekaman E-KTP yang dilakukan oleh Dispendukcapil kota Mojokerto kali ini menyasar sebanyak 24 orang, yang terdiri dari ODGJ, orang sakit, lansia hingga Difabel.

" Aturan undang-undangnya seperti itu, kalau selama orangnya bisa di rekam akan kita lakukan, " imbuhnya.

Ning Ita juga menjelaskan, sebelumnya di Kota Mojokerto masih terdapat ribuan masyarakat yang belum melakukan perekaman, hari ini dirinya memastikan sudah terpenuhi.

" Sekitar 20 hari kemarin, Dispendukcapil sudah datang ke kelurahan-kelurahan untuk jemput bola dan sebelum hari H pemerintah memastikan bisa menyelesaikan 90 persen lebih sudah terpenuhi," tuturnya.

Selain itu, pemerintah juga sudah menyebarkan surat edaran kepada semua lini, termasuk perusahaan padat karya agar meliburkan karyawannya dan meminta agar semua karyawan mengunakan hak pilihnya.

" Kita menghimbau dan melakukan penekanan terhadap semua lini masyarakat, kita ajak koordinasi, bicara agar tidak golput." tegasnya.

Berdasarkan Data Dispendukcapil, jumlah penduduk di Kota Mojokerto sebanyak 138.232 jiwa. Dengan jumlah wajib KTP sevanyak 100.468 jiwa. Dari jumlah tersebut yang sudah melakukan perekaman mencapai 99.798 jiwa atau mencakup (99,31 %), sedangkan yang melakukan perekaman berjumlah 690 jiwa. (fad/and)