best website stats Faktor Geografis, 200 TPS di Mojokerto di Kategorikan Rawan - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Faktor Geografis, 200 TPS di Mojokerto di Kategorikan Rawan

majamojokerto.com

Foto : pendistribusian kotak suara pemilu 2019

Jelang Pemilu serentak yang akan digelar 17 April 2019, sebanyak 200 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Mojokerto di kategorikan rawan.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM, dari 2.484 TPS di Kabupaten Mojokerto, polisi menyebutkan 200 TPS diantaranya dipetakan rawan saat pemilu 2019.

Kompol Tri Sujoko - Kabag Ops Polres Mojokerto menjelaskan, pemetaan pengamanan pemilu dibagi dalam 3 macam, yakni kategori aman, rawan, dan sangat rawan.” Nah, untuk di wilayah hukum kami, di Kabupaten Mojokerto ada dalam kategori rawan, " ungkapnya.

Namun kata Tri Sujoko, bukan berarti rawan yang dimaksud tersebut akan terjadi bentrokan atau keributan, melainkan sebatas adanya aspek lain yang mengindikasikan terjadinya kerawanan dan dapat mengganggu jalannya pemungutan suara hingga penghitungan.

Sejumlah aspek yang dianggap menjadi penyebab kerawanan di TPS, diantaranya karena aspek geografis. “Aspek geografis ini terbagi menjadi dua. Yaitu, karena jangkauannya cukup jauh, dan rawan terjadi bencana alam, seperti longsor dan banjir bandang,” paparnya.

Seperti di wilayah lereng pegunungan dan perbukitan, meliputi wilayah Kecamatan Ngoro, Trawas, Pacet, Gondang, dan Jatirejo. Sebab, kata Tri Sujoko, bagaimanapun di musim hujan sekarang ini sejumlah wilayah itu masih berpotensi terjadi bencana alam. “ Kerawanan lebih kepada faktor geografis, jangkauan wilayah, dan bencana alam,” katanya.

Tri juga menyebutkan, domisili Calon Legislatif (Caleg) lebih dari satu dalam satu wilayah,  juga menjadi aspek pemetaan rawan kepolisian.

Untuk itu pengamanan tentu berbeda dengan ribuan TPS lainnya. Untuk TPS yang dikategorikan aman, satu personel kepolisian akan menjaga di 9 TPS serta dibantu oleh 18 Linmas.

Sedangkan untuk kategori rawan, 1 anggota kepolisian menjaga 5 TPS dibantu 10 anggota linmas. “ Tapi kalau rawan karena teroris, rabu putih, hingga keributan, kami pastikan tidak ada,” tegas perwira dengan melati satu di pundaknya.

Tri Sujoko juga mengatakan, di hari pemungutan suara nanti, setidaknya ada 224 personel gabungan stand by di Mapolres Mojokerto, antara lain satu SSK (satuan setingkat kompi), Brimob 94 personil, Pleton Krangka terdiri dari Dalmas 60 personil, 30 personel Satpol PP, dan Linmas 40 personel. Termasuk pengamanan juga di-backup oleh unsur TNI.

Setidaknya ada 30 prajurit standby, serta 236 prajurit diterjunkan ke setiap PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) di 14 wilayah Kecamatan. “Ratusan personil stand by ini on calling. Setiap dibutuhkan bisa langsung diterjunkan,” tegasnya.

Sebagai upaya langkah antisipasi juga dilakukan oleh patroli secara berkala. Dari 14 Kecamatan yang berada di wilayah hukum Polres Mojokerto, akan dibagi menjadi 4 rayon. “Setiap rayon beranggotakan empat perwira dengan pengamanan wilayah dipimpin seorang kompol dan kapolsek,” jelasnya. (fad/and)