best website stats Luar Biasa ! Warga Mojokerto Sulap Akar Bambu Jadi Kerajinan Bernilai Jutaan Rupiah - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Luar Biasa ! Warga Mojokerto Sulap Akar Bambu Jadi Kerajinan Bernilai Jutaan Rupiah

majamojokerto.com

Darminto, warga asal Desa Jatikulon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto buat kerajinan kapal dari akar bambu. Foto : Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM

Akar bambu atau kalau istilah orang Jawa menamakan Dongkel, biasanya hanya dijadikan sebagai kayu bakar, bahkan di biarkan tak berguna. Namun, kreatifitas itu muncul dari seseorang warga Mojokerto, yang mengubah akar bambu jadi keterampilan dan menjadi nilai ekonomis yang tinggi.

Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM, pada Sabtu siang (13/04/2019) menengok di sebuah rumah kecil milik Darminto atau tepatnya di Desa Jatikulon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Disitulah nampak beberapa akar-akar bambu yang berada di terasnya, bahkan menyerupai bentuk sosok wajah dengan berbagai ekspresi, serta berbentuk ular naga.

Ternyata itu merupakan olahan limbah kayu dari akar bambu yang telah di olah, sekaligus menyalurkan bakat sebagai sosok pengukir.

Sejak berkecimpung dunia seni ukir mulai 2009 lalu, karyanya telah dipasarkan hampir seluruh daerah di Jawa Timur. Bahkan merambah sampai Ibu Kota dan Riau. Bahkan kini, Darminto juga mencoba peruntungan dengan memasarkan melalui Media Sosial (Medsos).

Baca juga : Luar Biasa ... Gamelan Buatan Mojokerto Ini Tembus Luar Negeri

Mulai yang ukuran terkecil, hasil karyanya dibanderol mulai harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Tergantung dari kesulitan proses produksinya. Dia berharap, karya ukirnya bisa menjadi pelengkap identitas karya seni rupa yang ada di Kabupaten Mojokerto.

Dia mendapat bahan baku tersebut dari hasil mencari ke kebun-kebun di sekitarnya, dan sebagian didapatkan dari sisa kayu yang terbuang.

Darminto hanya memilih yang memiliki bentuk unik, baik dari sisi lekukan, batang, maupun dari serabut-serabut akarnya. ”Saya ambil bagian-bagiannya saja yang unik dan bentuknya jarang dijumpai,” ungkap Darminto.

Menurutnya, jenis akar bambu yang memiliki keunikan saja, sekaligus membentuknya dengan cara di ukir menjadi nilai jual tinggi, " Seperti dua batang dalam satu ruas, memiliki serabut akar di tengah batang, serta bentuk-bentuk yang langka lainnya, itu yang menjadi nilai tawar, selain keahlian ." tandasnya.

Kemudian, Darminto mengukir kayu-kayu itu menyesuaikan dengan bahan yang didapatkannya. ”Dari setiap keunikan itu nanti akan muncul karakternya sendiri-sendiri,” ujarnya.

Darminto juga tidak merubah bentuk asli dari bambu. Dia hanya memadukan tiap lekukan kayu dengan goresan ukirannya Sebab, bentuk asli bambu sudah memiliki filosofi dan cita rasa seni tersendiri.

” Bambu memiliki kharisma dan unsur aura tersendiri. Karena menghargai karya Tuhan, saya tetap pertahankan keasliannya dan tinggal menyesuaikan saja mana yang bagus,” terang Darminto yang juga pemilik galeri Cahya Art Bamboo Mojopahit.

Dengan menggunakan peralatan pisau, pahat, dan amplas, Darminta dapat meembentuk karya ukir tiga dimensi. Paling sering, dia menggambarkan karakter binatang dan manusia. Bahkan, ada juga yang dibentuk sebagai miniatur kapal pinisi.

Tak hanya bambu, Pria kelahiran 2 Januari 1973 tersebut juga merambah kayu limbah mebel lainnya. Kerajinan ukiran tersebut banyak diminati untuk dijadikan sebagai pemanis interior rumah hingga cafe.

”Biar orang tidak mengenal Mojokerto dengan karya dari batu, kuningan, atau perak saja. Tetapi juga ada yang berasal dari media bambu,” pungkasnya. (fad/and)

majamojokerto.com