best website stats Meski Pernah Terjerat Hukum, Seorang Janda Asal Mojokerto Ini Kembali Diringkus Polisi Karena Edarkan Narkoba - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Meski Pernah Terjerat Hukum, Seorang Janda Asal Mojokerto Ini Kembali Diringkus Polisi Karena Edarkan Narkoba

majamojokerto.com

kapolresta Mojokerto saat konferensei pers, Jumat (12/04/2019)

Seorang janda beranak dua yakni Tri Florince alias Rince (35) warga Jalan Niaga, Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto berhasi diamankan anggota Satnarkoba Polres Mojokerto Kota.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM, meski pernah dipenjara selama 4 tahun lebih pada 2015 karena mengedarkan sabu, hal itu tidak menciutkan nyalinya. Dia hanya berdalih terpaksa mengedarkan sabu untuk membiayai pendidikan kedua anaknya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu paket sabu kemasan hemat super, dengan berat 0,40 gram dan satu butir ekstasi beserta timbangan digital dan alat hisap sabu.

AKBP Sigit Dany Setiyono - Kapolres Mojokerto Kota mengatakan, Rince diringkus di rumahnya, Selasa lalu (09/4/2019) sekitar pukul 22.00 WIB. "Dia pengedar. Barangnya diperoleh dari temannya di Lapas Porong," kata Sigit usai melayangkan pertanyaan kepada tersangka saat jumpa pers di Mapolres Mojokerto Kota, Jalan Bhayangkara, Jumat (12/4/2019).

Rince mengaku pernah mendekam selama 4 tahun 3 bulan di Lapas Porong, Sidoarjo. Namun, wanita yang sehari-hari berjualan baju secara online ini tak juga jera. Dia masih nekad menjadi pengedar sabu di Kota Mojokerto.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku ini bukanlah orang baru dalam kalangan pengedar narkotika di Kota Mojokerto. Menurut tersangka, pihaknya nekad menjadi pengedar sabu karena tergiur keuntungan. " Setiap kali mengedarkan sabu, dalam satu paket hemat dia mendapat keuntungan Rp 50 ribu," ujar Kapolresta.

Selain mengamankan satu janda dua anak, Satreskoba Polres Mojokerto Kota dan Polsek jajaran juga meringkus 6 pria pengedar narkoba selama Maret-April 2019. Antara lain Ayub Imaduddin (23), warga Desa Mojowono, Kemlagi, Mojokerto, Ismail Waluyo (36), warga Kelurahan Gedongan, Magersari - Kota Mojokerto, serta Didik Budi (47), warga Kelurahan Mentikan, Prajurit Kulon - Kota Mojokerto.

Sementara 3 tersangka lainnya adalah Iwan Cahyono (42), warga Desa/Kecamatan Sooko, Mojokerto, Rizal Nur Iman (27), warga Desa Beratkulon, Kemlagi - Mojokerto, serta Rizki Fadlulloh (20), warga Kelurahan Wates, Magersari, Kota Mojokerto.

"Barang bukti yang kami amankan dari ketujuh tersangka 5,82 gram sabu, seribu butir dobel L dan satu butir ekstasi," terangnya sembari menunjukkan barang bukti narkoba tersebut.

"Uangnya untuk biaya sekolah anak. Anak saya dua, yang satu SMA, satunya masih SD," tutur Rince.

Rince juga mengatakan, selama mendekam di Lapas Porong, dia bertemu dengan seorang pria berinisial AG. Narapidana tersebut lah yang meminjamkan uang kepada dirinya untuk berdagang sabu.

Akibat perbuatannya, Rince dan 6 tersangka lainnya dijerat Pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (fad/and)

majamojokerto.com