best website stats Diduga Cemburu, Seorang Warga Mojokerto Bacok Pria Lain - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Diduga Cemburu, Seorang Warga Mojokerto Bacok Pria Lain

majamojokerto.com

 Sukadi (42) warga Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, tiba-tiba nekad melakukan aksi pembacokan karena diduga dipicu cemburu.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM, Sukadi nekad membacok seorang pria yang tidak lain teman dekat istrinya, karena emosi setelah mendengar istrinya beserta korban mengaku pernah berhubungan badan.

Aksi itu dilakukan pada Senin malam kemarin (01/04/2019) sekitar pukul 21:00 WIB. Saat ini Sukadi harus berurursan dengan petugas kepolisian beserta barang bukti sebilah sabit, yang digunakan membacok korban bernama Mulyono (47) warga Desa Tempuran, Kecamatan Sooko - Mojokerto.

Saat diperiksa polisi, Sukadi mengaku jika pertikaian antara dirinya bersama korban berawal dari masalah utang piutang sejak 2018 lalu.

" Korban (Mulyono) sempat meminjam uang 200 ribu kepada saya. Saat itu istri saya yang meminjami, katanya digunakan untuk bayar sekolah," ungkap Sukadi.

Mulyono merupakan teman dekat Wiji Pariyani (38) istri dari Sukadi. Mereka (Wiji dan Mulyono) saling mengenal saat sama-sama antar-jemput anak mereka ke sekolah di salah satu SDN Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Setelah meminjam uang, kata Sukadi, Mulyono selalu berkelit saat di tagih untuk mengembalikan uang, " Saya tagih melalui ponsel, namun tidak di hiraukan. Bahkan pada 2 bulan yang lalu saya datangi ke rumahnya bersama istri. Namun bukannya mendapatkan uang, tapi saya malah dicaci maki oleh korban. Istri saya dikatai pelacur oleh Mulyono," terang Sukadi.

Berawal dari peristiwa itu, kemudian Sukadi berpikir dan menaruh rasa curiga terhadap keduanya. Sehingga Sukadi menduga jika korban mempunyai hubungan asmara dengan istrinya sehingga berani menyebutkan kata tak pantas tersebut.

Kemudian Sukadi mendesak sang istri agar mengaku, kalau mempunyai hubungan asmara dengan korban.

" Saya sendiri pernah mengetahui pesan singkat di Hp saat Mul merayu istri saya. Setelah saya desak, akhirnya seminggu kemudian dia mengaku kalau suka dengan Mul (korban) ," ungkapnya.

Setelah mengetahui hal tersebut, Sukadi pun langsung mencari Mulyono di rumahnya. Akhirnya sekitar pukul 21:00 WIB tanpa sengaja dia bertemu dengan Mulyono saat melihat pertunjukan orkes melayu di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko.

"Saya ketemu dia sedang nongkrong di atas jembatan Bekucuk. Saya langsung pulang mengambil sabit," tuturnya.

Tanpa basa-basi, pria berpawakan kurus ini menyabetkan senjata tajam itu ke arah Mulyono dan mengenai tangan kanan korban. " Saya bacok saat dia naik motor membonceng istrinya, kena tangan kanannya," jelasnya.

Mengetahui aksi tersebut, warga sekitar lokasi langsung menangkap Sukadi karena aksi nekadnya, kemudian menyerahkan kepada pihak yang berwenang.

Akibat kejadian tersebut, korban harus dirawat di RSUD RA Basuni, Gedeg, Mojokerto karena luka bacok di tangan kanannya.

Sementara itu, Kompol Purnomo - Kapolsek Sooko mengatakan, Sukadi menganiaya korban karena cemburu. Amarah pelaku muncul sejak korban mengatakan pernah berhubungan badan dengan istri pelaku.

"Korban keceplosan mengatakan ke pelaku, kalau sering meniduri istri pelaku. Perselingkuhan itu belum terbukti, korban belum bisa dimintai keterangan. Namun, pengakuan korban itu membuat pelaku selalu ingat setiap kali makan, " jelas Kapolsek.

Hingga kini kasus pembacokan yang dilakukan Sukadi terhadap Mulyono masih terus didalami oleh petugas kepolisian. " Pelaku kita jerat pada 351, KUHP tentang penganiayaan. Dengan ancaman hukuman 2 tahun." tegas Kapolsek. (fad/and/wwn)