best website stats Hemmm ... Enaknya, Onde-onde Coklat Lumer Yang Lagi Hits di Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Hemmm ... Enaknya, Onde-onde Coklat Lumer Yang Lagi Hits di Mojokerto

majamojokerto.com

Adinda Yudha Sari (21) Wanita asal Dusun Bejijong, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto yang membuat Onde-onde lumer. (foto : Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM)

Pada umumnya onde-onde berisikan kacang hijau dan berwarna kuning kecokelatan. Namun, berbeda dengan buatan seorang perempuan bernama Adinda Yudha Sari (21) asal Dusun Bejijong, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Onde-onde buatannya di ubah menjadi berwarna-warni dengan berisi coklat hingga alpukado yang lumer.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM, Adinda membuat olahan onde-onde dengan inovasi yang kreatif, berwarna warni dan berisikan Coklat, Cappucino, Alpukado hingga Stroberi. Bahkan onde-onde buatannya diberi nama “Onde-onde Coklat Lumer”.

Saat ditemui di rumahnya, Adinda pun tak segan menunjukkan bagaimana cara membuatnya. Sejak tahun 2016, dirinya sudah mencoba dalam usaha kue. " Berawal dari mencoba-coba, kemudian hasilnya dirasa enak, ya akhirnya keterusan sampai sekarang" ungkap Adinda anak tunggal dari pasangan Yudi Supatmi (50) dan Hainun (60).

Awal dalam merintis usaha onde-onde coklat lumer pada 2016, Adinda mencoba menjual onde-onde buatannya tersebut di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Jombang dan hasilnya banyak yang suka. " Pertama saya jual ke teman-teman di kampus di sela-sela jam kosong. Namun saat ini peminatnya sudah banyak, khusunya anak pelajar, " tuturnya.

Baca juga : Hemm ... Nikmatnya “Ketan Ireng” Khas Pacet, Mojokerto

Untuk pembuatannya, Adinda mengaku cukup mudah dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit. Bahannya juga tidak terlalu sulit di dapat. " Untuk bahannya, cukup siapkan tepung ketan, tepung beras, terigu, dan terigu vanila. Lalu aduk menjadi satu. Dan tidak lupa untuk isi, yakni mengunakan coklat beraneka ragam, " terangnya.

Setelah adonan jadi, ambil adonan secukupnya untuk di jadikan kulit kue onde-onde. Setelah itu di masukkan macam-macam coklat beraneka ragam sesuai keinginan.

Adinda juga mengatakan, dalam pembuatan onde-onde itu ada kesulitan tersendiri, yakni pengisian coklat saat membentuk onde-onde dan saat menggoreng.

" Kesulitannya ada di saat pengisian coklat kedalam kue onde onde. Sebab biasanya saat di goreng itu pecah. Termasuk saat melakukan penggorengan harus selalu di aduk dan mengunakan api kecil, " ucapnya sembari menunjukkan cara memasak.

Meski berawal dari coba-coba, kini peminat kreasi onde-onde coklat lumer sudah membludak. Dalam sehari, Adinda yang di bantu sang ibu bisa mendapatkan pesanan 30 sampai 50 kotak. " Satu paknya berisi 8 biji onde-onde coklat lumer dengan empat varian" imbuhnya.

Soal pemasaran, Adinda memanfaatkan media sosial. Sedangkan untuk pelanggan rata-rata datang dari Mojokerto serta luar daerah seperti Jombang. Selain inovatif dan unik, harga onde onde coklat lumer hasil kreasinya hanya dijual Rp 16 ribu.

Menurut Adinda, untuk onde-onde coklat lumer buatannya tidak dapat bertahan lama. " Kalau tak segera di makan, maka 1 sampai 2 hari biasanya sudah basi. Sehingga saya membuat onde-onde sesuai dengan pesanan, tidak pernah menyetok," tandasnya. (fad/and)

majamojokerto.com