best website stats Geger Isu Kiamat, Warga Mojokerto Nekad Jual Rumah Rp 35 Juta dan Pergi ke Malang - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Geger Isu Kiamat, Warga Mojokerto Nekad Jual Rumah Rp 35 Juta dan Pergi ke Malang

majamojokerto.com

Foto : Nur Hayati - ayah angkat Zainudin

Selain Pasangan Suami Istri (Pasutri) asal Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto yang pindah ke Pondok Pesantren Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang karena diduga terkena doktrin kiamat, juga ada warga Mojokerto lainnya yang melakukan hal yang sama.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM, warga yang juga melakukan hal yang sama (pergi ke Malang) yakni Muhammad Zainudin (42) asal Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Bahkan, Muhammad Zainuddin alias Gus Udin itu rela menjual rumah sang istri dengan harga Rp 35 juta dan memboyong 4 anaknya ke Malang.

Hal itu diungkapkan Nur Hayati - ayah angkat Zainudin, saat di datangi awak media di kediamannya di Desa Kelinterejo, Kecamatan, Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Nur Hayati mengatakan, Zainudin pergi dari rumah sejak Rabu (27/02/2019) lalu. Dia berpamitan akan menimbah ilmu dengan mengajak seluruh keluarganya. Termasuk 4 anaknya yang rata-rata masih berusia 2 sampai 8 tahun.

Awalnya Nur Hayati mengaku tidak tahu, jika rumah Zainudin yang berada tepat di belakang rumah miliknya di jual. " Saya tidak tau kalau rumah ini di jual, tau tau dari kaluarga kalau rumah ini telah di jual dengan harga Rp 35 juta. Katanya se buat bekal selama tinggal di Malang . " tuturnya.

Kata Nur Hayati, ruang berukuran 5x12 meter persegi ini sudah dijual istri Udin yakni Hanik Masruroh ke saudaranya bernama Khamim (50).

"Setelah menjual rumah, Udin berangkat ke Malang bersama istri dan keempat anaknya pada tanggal 27 Februari 2019 lalu. Mereka berpamitan jika tinggal di pondok pimpinan Romli itu," imbuhnya.

Baca juga : Diduga Doktrin Isu Kiamat, Pasutri Asal Mojokerto Nekad Jual Harta Benda dan Berangkat ke Ponpes di Kawasan Malang

Nur  juga mengaku, jika sempat menyusul putrinya ke Malang. Namun, niatnya menemui Masruroh saat itu kandas. Karena saat itu sedang ada pemeriksaan oleh polisi di pondok pimpinan Romli.

Sementara itu, Khamim (50) Paman Masruroh menjelaskan, saat menjual rumah kepada dirinya, keponakannya itu mengaku akan menyerahkan uang tersebut ke Romli. Menurut dia, Masruroh dijanjikan Romli tempat tinggal di Malang.

"Hanik Masruroh, bilang uang diserahkan ke Romli karena di sana di kasih rumah. Ternyata abahnya ngecek, mereka ngekos di sana," paparnya.

Khamim juga berharap, agar Masruroh dan anak-anaknya segera pulang. (fad/and)

majamojokerto.com