best website stats Hemmm ... Mantapnya Sambel Wader Ala Trowulan - Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Hemmm ... Mantapnya Sambel Wader Ala Trowulan - Mojokerto

majamojokerto.com

Selain di kenal sebagai ibu kota Kerajaan Majapahit, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto banyak menyimpan berbagai candi peninggalan hingga situs-situs kuno. Namun tak hanya itu saja, Trowulan kini memiliki julukan sebagai Kampung Wader.

Hal itu karena banyaknya deretan penjual atau warung yang berjajar menjual iwak (Ikan) Wader. Sehingga banyak warga yang menyebut Trowulan kini memiliki julukan Kampung Wader.

Untuk lokasi Warung Ikan Wader sendiri banyak di temukan di sekitar kawasan Kolam Segaran. Kolam ini merupakan kolam kuno zaman Kerajaan Majapahit. 

Salah satunya warung wader milik Bu Tin yang terletak di Jalan Pendopo Agung, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Tepatnya berada di sebelah barat Kolam Segaran atau di sebelah utara Museum Majapahit.

Rukiyatin - pemilik warung saat didatangi Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM mengatakan, jika warung wader miliknya merupakan yang pertama di Trowulan. Warung tersebut berdiri sejak tahun 1990 yang lalu. Sesuai dengan namanya, warung wader Bu Tin menyuguhkan menu ikan wader. Selain menu wader, ada menu lain yang bisa untuk jadi pilihan. Misalnya saja mujair, ayam, tempe penyet, botok urang, botok tahu tempe, botok patin dan lain-lain.

Namun menu yang paling favorit para pengunjung yang datang adalah sambal wader yang dipadukan dengan terasi segar, lalapan mentimun dan juga daun kemangi. Cita rasa dari sambel wader ini tambah nikmat karena bahan-bahan yang digunakan sangat segar.

Sambal wader ini baru dibuat saat dipesan. Bumbunya perpaduan dari bahan-bahan seperti cabai, tomat, gula, garam, terasi dan juga jeruk nipis lalu diuleg segar tanpa digoreng. Dan bumbu tersebut dipadukan dengan renyahnya wader yang digoreng kering.

Sambal yang disajikan merupakan sambal segar, sambal yang baru dibuat ketika ada pesanan. Namun ada juga menu sambel matang yakni racikan sambel yang digoreng. Menu sambel wader tersebut terasa nikmat karena disajikan dengan nasi putih yang masih hangat.

"Menunya banyak tapi akhirnya fokus di wader karena ikan ini banyak ditemui di Kolam Segaran. Awalnya juga tidak sengaja, dapat ikan dibersihkan, digoreng diberi sambel kok enak," ungkap Rukiyatin, Sabtu (16/03/2019).

Rukiyatin juga mengatakan, awal mula berjualan Ikan Wader ini berawal dari sang suami bekerja sebagai PNS BPCB Jawa Timur di Trowulan dengan golongan 1. Karena pada saat itu sudah memiliki 3 anak dan di rasa penghasilan suami kurang, dirinya memutuskan untuk berjualan.

Hingga saat ini dalam satu hari, dirinya mampu memasak ikan Wader 15 sampai 20 kg saat hari biasa. Tapi untuk hari libur dan akhir pekan, warung Sambelan Wader Bu Tin bisa memasak mencapai 50 kg.

Untuk harganya, Warung Sambelan Wader di Trowulan rata-rata mematok 15 sampai 20 ribu per porsi. Untuk memenuhi banyaknya permintaan Ikan Wader, selain mengambil dari pencari ikan di Kolam Segaran, pihaknya harus megambil ikan wader dari beberapa orang pencari ikan luar daerah. Seperti Jombang dan Mojoanyar, " Harga per Kg ikan Wader segar biasanya Rp 25 ribu " tambahnya.

Menurutnya, ikan wader merupakan ikan liar sehingga tidak bisa di budidayakan. Dengan banyaknya warung wader, membuat Trowulan semakin dikenal karena kulinernya. Ditambah adanya julukan baru untuk Trowulan yakni sebagai Kampung Wader, membuatnya cukup senang.

"Kalau ke Trowulan, tidak makan wader maka belum Trowulan namanya. Bahkan sekarang orang habis operasi, cuci darah makan kesini. Jadi cukup senang Trowulan dikenal sebagai Kampung Wader. Sudah banyak yang kesini, baik dari kalangan atas hingga bawah. Baik muda, tua maupun anak-anak," tuturnya.

Adanya destinasi wisata yang ada di Trowulan seperti Kolam Segaran dan Museum Majapahit membuat banyak pengunjung datang ke Trowulan. Baik pejabat maupun wisatawan, ini menjadi data tarik untuk memperkenalkan nasi wader ke pengunjung sebagai kuliner khas Trowulan.

"Terakhir yang datang kesini, Waka Polri dan Bareskrim. Kebetulan kunjungan ke Museum dan mampir makan kesini. Untuk wisatawan asing juga banyak, turis Jepang yang paling kritis. Mereka banyak bertanya, ada juga yang datang khusus belajar membuat sambel wader dan dikembangkan di Jakarta," tegasnya. (fad/and)