best website stats Sampah dan Popok Menumpuk di Pinggir Sungai Brangal Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Sampah dan Popok Menumpuk di Pinggir Sungai Brangal Mojokerto

majamojokerto.com

Banyaknya sampah popok yang menggunung dan berserakan di atas trotoar jembatan sungai Brangkal, Sooko, Mojokerto membuat sejumlah pejalan kaki terganggu.

Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM, diduga sampah-sampah yang didominasi rumah tangga dan popok bayi itu sengaja dibuang orang yang tak bertanggung jawab saat kondisi gelap.

Anis Fitriana Dewi (23), seorang pejalan kaki sekaligus warga Desa Kutorejo, Mojokerto mengatakan, tumpukan sampah di atas trotoar sangat mengganggu para pejalan kaki. Sebab sampah itu menimbulkan aroma yang tidak sedap dan menyengat.

"Saya tadi sedang menunggu jemputan kakak, dan tidak sengaja lewat sini. Baunya sangat menyengat dan sempat mual. Kelihatannya sampah yang berserakan di atas trotoar ini dengan sengaja di buang oleh orang yang tak bertanggung jawab," ungkapnya.

Hal yang sama juga di katakan, Kasiati warga yang lain. Menurutnya, sampah yang terdiri dari pampers, plastik dan kotoran itu dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan. Karena jika banjir akan mengakibatkan penyumbatan aliran air pada sungai.

"Tidak di atas trotoar saja. Sampah di samping (bantaran) sungai juga sudah menumpuk dan banyak sekali," keluhnya.

Sementara itu, Sadi - Kepala Desa Brangkal, mengatakan, sampah itu sering dibersihkan dan dipasang spanduk larangan membuang sampah, tapi selalu hilang.

"Kita sudah berupaya, termasuk pemasangan spanduk. Namun setelah di pasang hilang, warga akhirnya kembali membuang sampah disini," ungkapnya.

Menurutnya, selama pasar Kedung Maling belum pindah, sampah tetap menumpuk di wilayahnya.

Kades juga memastikan, jika warga Desa Brangkal bukan yang membuang sampah di atas aliran Sungai Brangkal tersebut. Warga yang membuang saat malam hari yakni saat berangkat ke Pasar Kedung Maling.

"Malam jam 2, jam 3, orang berangkat ke pasar sengaja membuangnya. Jadi buangnya tidak siang hari, sehingga pengawasannya memang sulit. Tercecer ini ada ulah tertentu, biar masyarakat Brangkal resah untuk masalah sampah. Bukan warga Brangkal yang buang, saya jamin" katanya.

Kades juga mengatakan, lokasi pembuangan sampah memang berada di wilayah Desa Brangkal. Namun untuk Pasar Kedung Maling berada di wilayah Desa Kedung Maling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, lokasinya terpisah oleh Sungai Brangkal. (fad/and)