best website stats 2 Bandar Narkoba Asal Bangkalan - Madura Diringkus Polres Mojokerto - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

2 Bandar Narkoba Asal Bangkalan - Madura Diringkus Polres Mojokerto

majamojokerto.com

Kapolres Mojokerto Saat Konferensi Pers Tentang Penangkapan 2 Bandar Narkoba

Dua bandar narkoba asal Bangkalan - Madura digerebek anggota Satnarkoba Polres Mojokerto.

Dari informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh - Reporter MAJA FM, petugas kepolisian berhasil mengamankan 83,26 gram sabu sabu siap edar dari kedua pelaku.

Kedua pelaku yakni Syaiful Bahri (33) warga Dusun Lauk Tambek, Desa Prancak, Kecamatan Sepuluh dan Abd Rosid (37) warga Dusun Berpocok, Desa Tobubang, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan. 

AKBP Setyo Koes Heriyatno - Kapolres Mojokerto mengatakan, keduanya diamankan di sebuah rumah di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas - Mojokerto, saat akan melakukan transaksi sabu yang di bawa dari Bangkalan.

"Keduanya diamankan anggota Satnarkoba Polres Mojokerto pada Minggu sekitar 13.30 WIB di sebuah rumah Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto," ungkapnya, pada Kamis (17/01/2019)

Selain itu Kata Kapolres, barang itu rencananya akan di kirim pada seseorang di Mojokerto yang kini masih dalam pengejaran petugas.

"Dari pelaku Syaiful Bahri diamankan satu paket sabu kemasan plastik klip dengan berat 83,26 gram, satu amplop warna putih, satu kresek warna hitam, satu unit HP merk Nokia warna biru, satu unit mobil Honda Brio nopol M 751 HC warna putih," katanya. 

Sementara dari pelaku Abd Rosid diamankan satu unit Handphone (HP) merk Nokia warna hitam.

Saiful Bahri - salah satu pelaku yang juga merupakan residivis kasus perjudian yang pernah ditahan selama 4 bulan mengaku, jika pihanya hanya diajak oleh Rosid untuk mengantarkan sabu.

"Saya hanya ikut mengantarkan sabu, yang mempunyai jaringan adalah Rosid ", tuturnya kepada wartawan.

Sementara Rosyid mengaku, jika barang haram tersebut di dapatkan dari salah seorang warga asal Madura. Dalam setiap satu gramnya pihaknya mendapat keuntungan Rp 100 ribu.

Keduanya dijerat Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal 132 ayat (1)  Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika. (fad/and)