Pasca Mobil Patwal Polresta Mojokerto Ditabrak Truk, Polisi Langsung Gelar Razia

majamojokerto.com

Polresta Mojokerto Gelar Razia Truk Masuk ke Dalam Kota Mojokerto (foto:Fuad Reporter Maja FM)

Pasca kecelakaan mobil Patroli milik Satshabara Polres Mojokerto Kota yang di tabrak truck di Simpang empat Kartini jln raya Majapahit Kota Mojokerto saat melakukan Pengawalan tahanan, polisi langsung melakukan razia larangan truck masuk ke dalam kota.

Dari informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh - Reporter MAJA FM, berlokasi di Jalan Brawijaya, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Jumat (11/1/2019), dalam waktu satu jam, sebanyak 25 truk ditilang lantaran melanggar aturan masuk kota.

Di Jalan RA Basuni misalnya, terdapat larangan truk masuk wilayah kota di pukul 06.00 WIB-18.00 WIB. Namun karena nekad melintas, petugas pun langsung memberhentikan satu per satu truk yang melintas di Jalan Brawijaya.

Ipda Safiq Jundhira - Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Mojokerto Kota mengatakan, razia ini menjadi atensi, terutama bagi truk roda enam ke atas di larang masuk kota.

“Kebanyakan sopir truk sudah banyak mengetahui tidak boleh masuk kota, namun nyatanya masih banyak yang nekat melintas,” ungkapnya, Jum’at (11/1/2019).

Kata Safiq, banyaknya sopir yang di tilang karena sengaja melanggar, sehingga dilakukan razia untuk mengurangi.

Pihaknya mencontohkan, seperti kejadian yang terjadi pada Kamis (10/1/2019) kemarin, "Truk sudah salah masuk kota, justru menabrak mobil petugas yang melakukan pengawalan." Imbuhnya.

Menurut Safiq, sesuai Pasal 134, mobil pengawalan didahulukan. Seharusnya truk berhenti dulu untuk mendahulukan mobil pengawalan. 

Razia kali ini bertujuan agar kemacetan di dalam kota yang disebabkan truk masuk kota tidak terjadi lagi.

"Rambu-rambu larangan truk roda enam ke atas masuk wilayah kota sudah di pasang. Seperti di Jalan RA Basuni, masuk Jembatan Gajahmada sisi utara dan perempatan Sekar Putih. Sedangkan untuk roda empat bila mana kalau muatan itu demensinya seluruh kendaraan barang melebihi, maka itu tidak diperbolehkan", tegasnya. (fad/and)