best website stats Satpol PP Kabupaten Mojokerto Musnahkan Ribuan Botol Miras - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Satpol PP Kabupaten Mojokerto Musnahkan Ribuan Botol Miras

majamojokerto.com

Satpol PP Kabupaten Mojokerto Kamis siang (10/01/2019) telah melakukan pemusnahan barang bukti minuman beralkohol. Sebanyak 2.496 botol di musnahkan bersama 6.545 banner bodong.

Dari informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh - Reporter MAJA FM, pemusnahan itu berlangsung di halaman kantor Satpol PP Kabupaten Mojokerto, yang di saksikan langsung oleh Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi bersama jajaran Forkopimda.

Pungkasiadi - Wabup Mojokerto menuturkan, pemusnahan ini merupakan salah satu upaya preventif. (peredaran miras illegal) di Kabupaten Mojokerto yang diamankan di warung remang-remang hingga lokasi yang di sinyalir terendus adanya miras.

"Pemberantasan minum-minuman keras ini bukan hanya tugas pemerintah dan aparat saja, masyarakat harus punya komitmen yang sama. Mohon ada kerjasama dari semua pihak untuk menegakkan aturan. Selain Perda, undang-undang harus tegak dan diterapkan " ungkapnya

Selain ribuan miras pabrikan yang di musnahkan, juga miras tradisional atau yang kerap di sebut oplosan.-Termasuk yang di musnahkan ribuan baliho atau banner bodong alias tak memiliki izin.

" Untuk banner yang di musnahkan, rata-rata di tertibkan Satpol PP di beberapa lokasi strategis yang kerap di gunakan sebagai promo, dan itupun tanpa memiliki izin. Hal ini bisa merugikan pemerintah " tuturnya.

Sementara itu, Suharsono - Kepala Satpol PP Kabupaten Mojokerto mengatakan, barang bukti yang di musnahkan diantaranya, minuman beralkohol 2.496 botol, yang terdiri dari 752 botol berisi, dan 1.744 botol kosong, serta 25 botol berisi arak.

Sementara 752 botol berisi minuman beralkohol dengan nilai sekitar Rp 27 jutaan. " Barang bukti ini kita sita di sepanjang 2018 sampai sekarang " tuturnya.

Kata Suharsono, selain upaya penyitaan untuk melindungi masyarakat dari bahaya miras,  sepanjang 2018 pihaknya juga melakukan penyuluhan, pengawasan dan pembinaan kepada para pelanggar peraturan daerah sebanyak 53 kegiatan.

Dan juga ada 40 kegiatan tindakan non yudistial, 64 kegiatan penertiban pelanggaran Perda, dan kegiatan tindakan yustisial yaitu sidang tipiring di PN Mojokerto sebanyak 19 kasus.

“Untuk banner, spanduk, maupun umbul-umbul illegal yang di sita, tidak dibakar. Kita buang di TPA agar dipakai masyarakat yang membutuhkan,” jelas Suharsono. (fad/and)