best website stats Ini Kata DInkes Kabupaten Mojokerto, Terkait Pengajuan Fogging Yang Dinilai Lama - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Ini Kata DInkes Kabupaten Mojokerto, Terkait Pengajuan Fogging Yang Dinilai Lama

majamojokerto.com

Ilustrasi DBD

Upaya menekan jumlah korban dalam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mojokerto, Dinas Kesehatan (Dinkes) menekankan agar masyarakat melakukan 3 M. Hal itu ditegaskan, Dr. Langit Kresna Janitra - Kabid Pencegahan dan Penyakit (P2P), Dinkes Kabupaten Mojokerto kepada Fuad Amanulloh - Reporter Maja FM.

"Yang terpenting dalam mencegah, yakni masyarakat membiasakan diri melakukan 3 M (mengubur, menguras, menutup). Sebab, jika hanya fogging, jentik tidak akan terbunuh " ungkap Dr. Langit.

Menurutnya, mindset masyarakat harus diubah. Karena fogging belum tentu bisa menyelesaikan masalah. Yang tak boleh dilupakan adalah pembasmian jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Saat di singung terkait lemahnya melakukan tindakan fogging ke wilayah-wilayah, pihaknya membantah.  Sebab, Dinas Kesehatan langsung menanggapi jika mendapat informasi dari Puskesmas setempat.

"Hal itu tidaklah benar. Kalau fogging yang terpenting Kepala Puskesmas menyurati kami. Setelah sampai akan kami evaluasi soal lingkungan. Setelah itu kami langsung melakukan fogging. Bukan ada korban terlebih dahulu baru fogging," jelasnya.

Masih kata Langit, yang mengetahui soal situasi dan kondisi setiap Desa adalah Puskesmas. Maka dari itu, ujung tombak informasi pihak Dinas Kesehatan adalah Puskesmas.

"Jadi gini kalau fogingg kami punya wilayah puskesmas. Puskesmas yang mengabarkan situasi satu-persatu desa. Karena kami tidak tahu. Puskesmas sendiri mempunyai kader jemantik, bidan desa dan perawat desa itu nanti yang melakukan evaluasi. Apa banyak nyamuk atau jentik. Jika banyak nyamuk yang berterbangan baru kami lakukan fogging. Kami tak serta merta melakukan fogging," jelasnya.

Sebab kata Dr. Langit, jika hanya fogging, jentik nyamuk tidak akan terbunuh. Hal yang penting dilakukan selain fogging, masyarakat harus melakukan 3 M (mengubur, menguras, menutup) untuk mengentikan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. “Kami juga gencar dalam memberikan sosialisasi tentang 3 M," pungkasnya. (fad/and)