best website stats Penjual nasi mengganti tahu tempe dengan dadar jagung - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Penjual nasi mengganti tahu tempe dengan dadar jagung

majamojokerto.com
Himbauan mogok memproduksi tahu tempe, akhirnya sampai juga di Mojokerto, akibatnya sejak Senin (9/9/2013) bahkan puncaknya hari Rabu (11/9/2013) banyak pengrajin tempe tahu yang tidak produksi. Di pasar meski ada beberapa orang berjualan tempe tahu, tapi jumlahnya sangat sedikit, dan barangnya cepat habis. Dan harganya melonjak naik. Sunarya (50) pemilik warung di Jln Panderman Wates Mojokerto, yang biasanay berjualan nasi ini, merasa kelabakan dengan langkahnya tahu tempe ini, ditambah lagi harganya cukup mahal. “ Sejak Senin, tahu tempe sulit di dapatkan, kalaupun ada harganya mahal, kalau biasanya Rp 5000,- dapat 5 potong tempe, sekarang Cuma dapat 4 atau 3 potong saja, apalagi hari ini (Rabu) tempe tahu tidak ada.” Ujar dia saat ditemui di warungnya. Menurut Sunarya agar tetap lancar usahanya terpaksa dia mengganti tempe tahu dengan lauk murah lainnya yakni membuat dadar jagung. “ Ya, saya ganti dengan dadar jagung saja, ya agak repot juga karena membuat dadar jagung membutuhkan waktu yang agak lama, di banding tahu tempe yang tinggal goreng, tapi mau gimana, daripada tidak akan lauk yang murah.” Tuturnya sambil tersenyum. Kelangkaan tempe tahu juga banyak dikeluhkan pendengar radio Maja Fm, seperti Ibu Iin dari Kenanten, ibu dua anak ini harus mengeluarkan biaya ekstra karena harga tempe tahu yang cukup mahal, yang biasanya Rp 2000,- sekarang di jual dengan harga Rp 4000,- perpotong. “ Ya, terpaksa beli mbak, soalnya anak-anak suka makan tahu tempe, tidak mau dig anti yang lain, termasuk dadar jagung, ya gak apa-apa naik, asal ada, tapi kalau sampai mogok semua itu yang repot” ujarnya saat on air di Maja Fm pagi tadi (11/9/2013). (Lia)