best website stats Gubernur Larang BAZ Jualan Beras - Suara Mojokerto | MAJA FM 100.7

Gubernur Larang BAZ Jualan Beras

majamojokerto.com
Kebijakan Badan Amil Zakat (BAZ) kota Mojokerto jualan beras zakat fitra untuk seluruh siswa mengejutkan Gubernur Jawa Timur H Soekarwo. Orang nomer satu di Jatim itu melarang keras praktek BAZ jual beras untuk zakat dan meminta segera menghentikannya. “Kalo Baz jualan beras ya tidak boleh, sifat zakat itu sukarela tidak boleh ada paksaan,” ujar Soekarwo ditemui usai pembagian Sembako grartis di Stadion A Yani Kota Mojokerto, Selasa (24/7) kemarin. Pakde Karwo mengatakan hal itu didampingi ketua BAZ Jatim yang juga Wakil Gubernur Syaifullah Yusuf. “Gus Ipul (Syaifullah Yusuf, red) paling paham soal aturan zakat itu,” tambah Pakde Karwo lagi. Larangan Gubernur Jatim itu semakin diperkuat dengan sikap Gus Ipul selaku ketua BAZ Jawa Timur. “Sikap Pak Gubernur kan sudah jelas, yang begitu-begitu (BAZ jualan beras, red) tidak dierbolehkan. Selain melarang, Gus Ipul juga mengaku terkejut dengan langkah BAZ Kota Mojokerto itu. “Kalo bentuknya BAZ jualan beras seperti itu, ya jelas dilarang,” tambah Gus Ipul lagi. Mohammad Shoheh sekretrais BAZ Kota Mojokerto menampik tudingan jualan beras itu. Menurutnya langkah BAZ tersebut justru sebagai upaya meringankan beban sekolah dalam mendapatkan serta mendistribusikan beras Zakat. “Karena salah satu pengurus BAZ itu ada yang ahli dagang beras, akhirnya kita full pembelian beras untuk zakat siswa itu,” terangnya. Shoheh menambahkan, setiap siswa diharuskan menyetorkan uang kepada BAZ sebesar Rp 22.500,-. Sebesar Rp 1,500,- digunakan untuk infaq di masing-masing sekolah. Sisanya Rp 21.000,- untuk biaya pembelian beras jenis IR 64 sebnyak 2,6 kilogram. “Kalo ditambah plastik sama transport dari BAZ ke masing-masing sekolah dan tempat distribusi tidak keuntungan, coba sampean hitung sendiri,” tantang Shoheh.(zac)